UNDERLINE menggaris bawahi dominasi visual garis pada karya-karya FA Indun, Hendra ‘HeHe’ Harsono dan Uji
‘Hahan’ Handoko. Ketiganya memiliki ciri khas masing-masing dalam mengolah garis menjadi kekuatan pada karya
mereka. Indun dengan goresan-goresan tangannya yang terkesan raw, HeHe dengan gaya doodling-nya, serta
ketelatenan Hahan pada goresan tebal tipis kuasnya.

Selain sebagai metode berkarya, drawing muncul sebagai pilihan serta merta dan strategi atas situasi sehari-hari
yang dihadapi pada awal karir kekaryaan mereka. Menjadi solusi paling pas bagi Hahan yang tinggal di kampus, nomaden,
dan minim finansial. Mendorong Indun dalam memahami posisi dan perannya sebagai seniman yang juga
bagian dari masyarakat global, serta menjadi pengalih perhatian atas imajinasi satir yang coba HeHe ungkapkan.
Terlepas dari berdiri sendiri atau tidak -baik sebagai awal ataupun presentasi akhir, setidaknya dalam pameran ini
kita bisa melihat bahwa drawing kemudian menempati posisi yang bukan hanya sebagai benang merah estetika
semata ketika bertransformasi ke berbagai medium, namun sekaligus menjadi representasi sikap berkesenian
ketiga seniman ini dalam medan sosial seni rupa yang juga selalu berevolusi dari waktu ke waktu.

Share this:
FacebookTwitterWhatsAppLinePrint