Museum Realis Tekno adalah karya mini pop-up museum, berupa site specific installation tentang budaya pop masyarakat Indonesia. Istilah Realis-Tekno sendiri berasal dari kata ‘realis’ dan ‘teknologi’, sebuah arena pertarungan identitas dalam fenomena masyarakat urban. Projek kali ini diinisiasi berdasarkan studi kasus budaya populer di wilayahs ekitar Bandungan, Sumowono, Ambarawa, Kab.Semarang Jawa Tengah padabulanJuli-Agustus 2013.

Bandungan merupakan kawasan sub-urban diantara jalur utama dua kota besar; Semarang dan Yogyakarta. Walaupun secara administratif digolongkan kedalam wilayah pedesaan yang sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani, Bandungan dikenal juga sebagai daerah wisata pegunungan dengan menyediakan infrastruktur hiburan cukup komplit.

Temuan-temuan seperti karaoke, perjudian, modifikasi motor hingga trek-trekan (balap motor liar) merupakan bagian dari realitas dan kehidupan sehari-hari bahkan menjadi gaya hidup. Tidak hanya diamini sebagai bentuk hiburan semata, aktivitas tersebut secara organik menjadi alat sekaligus ruang interaksi bagi sebagian besa rmasyarakatnya yang bermuara pada kelahiran simbol-simbol status kemapanan sosial baru.Temuan ini kemudian dihadirkan melalui simulasi rumah penduduk.Berlangsung nya proses negosiasi atas rutinitas yang dihadapi sehari-hari, persinggungan antara norma, budaya global – tradisilokal, serta faktor geografis, menjadi latar belakang paling berpengaruh dalam pembentukan identitas. Ace House meyakini bahwa fenomena budaya ini merupakan representasi dari masyarakat kontemporer Indonesia.

Share this:
FacebookTwitterWhatsAppLinePrint