Komisi Nasional Pemurnian Seni

Tuntutan dan harapan yang begitu besar terhadap seni akan fungsinya dalam mengurai atau “menggurah” permasalahan-permasalahan dan konflik sosial di masyarakat, secara tidak langsung menempatkan seniman dalam posisi yang strategis. Di sisi lain, posisinya juga menjadi kritis karena tak jarang seniman berjarak dengan konflik sosial yang ada. Kemampuan seniman untuk “mendengar” dan “melihat” kemudian menjadi sangat…

Share this:
FacebookTwitterWhatsAppLinePrint

Ace Mart

Ace mart selain menawarkan pengalaman berbeda dalam menikmati karya seni, juga secara tidak langsung mendorong siapa saja yang terlibat baik seniman, publik seni, warga sekitar dan pengunjung yang lain untuk turut serta memangkas “jarak” yang kadang terasa ketika karya seni dipresentasikan di sebuah ruang gallery. Hal ini mungkin terjadi salah satunya selain karena faktor keterbatasan…

Share this:
FacebookTwitterWhatsAppLinePrint

Three Musketers Project

Pameran ini adalah presentasi akhir dari Three Musketeers Project, sebuah program yang diinisiasi oleh Ace House Collective untuk mendorong perkembangan seniman muda melalui sistem edukasi informal. Selama rentang waktu Agustus hingga Oktober 2014; Aria Pradifta, Enka NKOMR, dan Unis Nurkhaerunnisa diajak untuk menggali dan memeriksa kembali proses kerja kekaryaan mereka serta mendapatkan pendampingan yang intensif…

Share this:
FacebookTwitterWhatsAppLinePrint

Realis Tekno Museum

Museum Realis Tekno adalah karya mini pop-up museum, berupa site specific installation tentang budaya pop masyarakat Indonesia. Istilah Realis-Tekno sendiri berasal dari kata ‘realis’ dan ‘teknologi’, sebuah arena pertarungan identitas dalam fenomena masyarakat urban. Projek kali ini diinisiasi berdasarkan studi kasus budaya populer di wilayahs ekitar Bandungan, Sumowono, Ambarawa, Kab.Semarang Jawa Tengah padabulanJuli-Agustus 2013. Bandungan…

Share this:
FacebookTwitterWhatsAppLinePrint

Tak Ada Rotan Akar Punjabi

Sebuah pembacaan atas perjumpaan budaya populer India di Indonesia. Kegandrungan masyarakat Indonesia dengan musik dangdut, fanatisme akan potongan rambut mullet, mengolaborasikan gerakan senam aerobic dengan music pop India, pengadopsian bahasa, atau kesamaan kuliner Indonesia dengan India adalah beberapa temuan yang kami dapat pada riset awal projek ini. Dari hasil riset dan kolaborasi tersebut, kami menyuguhkannya…

Share this:
FacebookTwitterWhatsAppLinePrint