Special Buat Kamu

Shaggydog berkolaborasi dengan Ace House Collective Yogyakarta, menginisiasi sebuah pameran yang akan mempresentasikan karya seni rupa, berikut dokumen dan arsip dari elemen-elemen pendukung yang paling substansial dari perjalanan karir band Shaggydog. Ace House Collective merupakan kolektif seniman yang juga mengelola ruang alternatif bernama Ace House, sebuah ruang yang sangat terbuka dengan kemungkinan-kemungkinan baru di dalam…

Share this:
FacebookTwitterWhatsAppLinePrint

Pancal by Oik Wasfuk

Ranah musik underground dan seni rupa selalu berkaitan dan hampir tak berjarak. Selain sebagai bentuk promosi, kebutuhan akan artwork juga menjadi representasi atas identitas musik yang mereka usung. Ilustrasi tengkorak, setan, batu nisan dan ikon-ikon kegelapan lainnya tersebut diaplikasikan pada poster, cover album, dan t-shirt yang bertebaran di lapak-lapak konser musik dan distributor online. Suburnya…

Share this:
FacebookTwitterWhatsAppLinePrint

Underline

UNDERLINE menggaris bawahi dominasi visual garis pada karya-karya FA Indun, Hendra ‘HeHe’ Harsono dan Uji ‘Hahan’ Handoko. Ketiganya memiliki ciri khas masing-masing dalam mengolah garis menjadi kekuatan pada karya mereka. Indun dengan goresan-goresan tangannya yang terkesan raw, HeHe dengan gaya doodling-nya, serta ketelatenan Hahan pada goresan tebal tipis kuasnya. Selain sebagai metode berkarya, drawing muncul…

Share this:
FacebookTwitterWhatsAppLinePrint

Grindhouse

Presentasi dengan format pameran retrospektif ini adalah catatan proses berkarya dan konsistensi atas pilihan kerja kesenian termasuk wacana dan bahasa visual dalam kurun waktu satu dekade yang telah dilakukan seniman-seniman Ace House Collective. Pergesekan antara genre musik death metal dan occultisme jawa, potongan-potongan adegan beserta karakter dalam film-film unrated, atau sekedar catatan personal yang jujur…

Share this:
FacebookTwitterWhatsAppLinePrint

Ace Mart

Ace mart selain menawarkan pengalaman berbeda dalam menikmati karya seni, juga secara tidak langsung mendorong siapa saja yang terlibat baik seniman, publik seni, warga sekitar dan pengunjung yang lain untuk turut serta memangkas “jarak” yang kadang terasa ketika karya seni dipresentasikan di sebuah ruang gallery. Hal ini mungkin terjadi salah satunya selain karena faktor keterbatasan…

Share this:
FacebookTwitterWhatsAppLinePrint

Three Musketers Project

Pameran ini adalah presentasi akhir dari Three Musketeers Project, sebuah program yang diinisiasi oleh Ace House Collective untuk mendorong perkembangan seniman muda melalui sistem edukasi informal. Selama rentang waktu Agustus hingga Oktober 2014; Aria Pradifta, Enka NKOMR, dan Unis Nurkhaerunnisa diajak untuk menggali dan memeriksa kembali proses kerja kekaryaan mereka serta mendapatkan pendampingan yang intensif…

Share this:
FacebookTwitterWhatsAppLinePrint

Realis Tekno Museum

Museum Realis Tekno adalah karya mini pop-up museum, berupa site specific installation tentang budaya pop masyarakat Indonesia. Istilah Realis-Tekno sendiri berasal dari kata ‘realis’ dan ‘teknologi’, sebuah arena pertarungan identitas dalam fenomena masyarakat urban. Projek kali ini diinisiasi berdasarkan studi kasus budaya populer di wilayahs ekitar Bandungan, Sumowono, Ambarawa, Kab.Semarang Jawa Tengah padabulanJuli-Agustus 2013. Bandungan…

Share this:
FacebookTwitterWhatsAppLinePrint

Tak Ada Rotan Akar Punjabi

Sebuah pembacaan atas perjumpaan budaya populer India di Indonesia. Kegandrungan masyarakat Indonesia dengan musik dangdut, fanatisme akan potongan rambut mullet, mengolaborasikan gerakan senam aerobic dengan music pop India, pengadopsian bahasa, atau kesamaan kuliner Indonesia dengan India adalah beberapa temuan yang kami dapat pada riset awal projek ini. Dari hasil riset dan kolaborasi tersebut, kami menyuguhkannya…

Share this:
FacebookTwitterWhatsAppLinePrint